Penulis : Ajie Tri Hutama, Achmad Nizar Hidayanto, Ryan Randy Suryono
Meningkatnya volume data, sistem yang semakin kompleks, dan kebutuhan alat untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengolah data mendorong perusahaan otomotif untuk menerapkan sistem Business Intelligence (BI). Keberhasilan penerapan teknologi BI memungkinkan organisasi memiliki efektivitas bisnis dan investasi TI yang lebih tinggi. Dalam organisasi yang baru mengadopsi teknologi BI, seringkali Proyek BI mengalami kegagalan. Pada organisasi yang sudah menerapkan sistem BI, seringkali juga tidak dapat memperoleh manfaat penuh dari sistem tersebut. Penilaian kematangan adalah suatu metode untuk menilai sampai sejauh mana tingkat kematangan sumber daya manusia, proses organisasi, dan teknologi yang diterapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dengan dilakukannya akan memberikan gambaran kepada perusahaan dimana tingkat kematangan saat ini dan memberikan gambaran roadmap untuk mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi dimana tingkat yang lebih tinggi menghasilkan efektivitas bisnis yang baik.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan sistem BI yang berfokus pada perusahaan otomotif Indonesia dan parameter mana yang perlu ditingkatkan. Untuk penilaian maturitas BI pada perusahaan otomotif Indonesia, kami menggunakan model maturitas Business Intelligence (biMM). Studi ini menemukan bahwa tingkat kematangan organisasi secara keseluruhan untuk mengadopsi sistem BI adalah 3,05 yang berarti perusahaan berada pada tahap ketiga biMM: integrasi informasi. Kematangan teknologi berada pada titik terendah dengan rata-rata 2,87 poin, Fungsionalitas berada pada titik tengah dengan 2,94 poin, dan Organisasi memiliki titik tertinggi dengan 3,26 poin. Perusahaan dapat meningkatkan SLA Awareness, Data Management, dan Data Architecture dengan tetap mempertahankan kinerja BI Strategy & BI Governance.
Kata Kunci: Business Intelligence, BI Maturity Model, Otomotif, Indonesia
